Rumah BTN, Solusi Cerdas Beli Hunian Terbaik

Rumah BTN Bisa Dibeli dengan Sistem Praktis dan Cepat

Rumah BTN adalah salah satu jenis perumahan yang dibangun oleh Bank Tabungan Negara. Hunian ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia. KPR ini sudah melayani banyak konsumen selama bertahun-tahun. Karenanya, perumahan yang dibangun oleh bank berlogo biru ini patut Anda acungi jempol.

Bagi Anda yang belum pernah punya rumah BTN maka bisa mempertimbangkan cara ini. Bukan hanya mudah diakses, tetapi sistemnya juga praktis sehingga tidak perlu repot. Yang penting Anda punya sejumlah tabungan dan kelengkapan dokumen penunjang prosedur administrasinya.

Salah satu keunggulan yang paling menonjol adalah harganya yang murah. Untuk satu bangunan rumah baru Anda hanya perlu merogoh kocek sekitar 40 juta. Angka bisa naik maupun turun tergantung dari tipe serta lokasi hunian yang Anda beli.

Selain rumah baru, BTN juga melelang rumah-rumah yang dijadikan agunan pemiliknya. Harga yang ditawarkan masih tergolong murah, yaitu sekitar 40 juta sampai 4 miliar rupiah. Tergantung dari tipe serta lokasi hunian yang Anda pilih.

Selanjutnya adalah cicilan rumah BTN murah. Sebagai lembaga negara yang berfokus untuk membantu masyarakat memiliki hunian, program kredit yang ditawarkan BTN adalah yang terfavorit. Hanya dengan kisaran harga 1 juta rupiah, kini Anda bisa memiliki hunian baru yang Anda idamkan.

Jenis-jenis Kredit BTN

rumah BTNBTN menawarkan 5 jenis program kredit yang bisa Anda pilih. Yang pertama adalah KPR BTN Subsidi. KPR jenis ini adalah yang paling favorit.

Sama seperti namanya, Anda akan mendapatkan subsidi dari pemerintah. Akan tetapi, KPR jenis ini hanya ditujukan bagi Anda yang termasuk ke dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Melalui KPR ini, Anda bukan hanya diberi bantuan potongan dana, tetapi juga kemudahan.

Anda hanya dikenakan suku bunga sebesar 5% dengan jangka waktu cicilan mulai 20 tahun dan uang muka 1%. Dengan berbagai kemudahan ini Anda tidak akan merasa sulit untuk mendapatkan rumah. Yang kedua adalah KPR BTN Platinum.

Berbeda dengan KPR Subsidi, KPR Platinum ditujukan untuk Anda yang ingin mengambil alih kredit rumah BTN dari bank lain. Selain itu, KPR ini juga bisa digunakan untuk pembelian harga rumah BTN bekas atau tanah kavling yang belum siap huni. Anda yang ingin membeli rumah dari developer maupun non developer juga bisa mengambil KPR jenis ini.

rumah BTN

Fasilitas yang Anda dapatkan jika memilih KPR jenis ini adalah jangka waktu mencicil sampai 25 tahun. Adapun suku bunga yang ditawarkan sebesar 8% selama 3 tahun dan 9% bila lebih dari 5 tahun. Keuntungan lainnya adalah pemberian garansi ketika rumah Anda mengalami kebakaran.

Lain halnya dengan KPR Subsidi dan Platinum, KPR Mikro ditujukan bagi Anda yang bekerja di sektor informal dan UMKM. Uniknya, KPR jenis ini bisa dicicil dalam jangka waktu harian, mingguan, atau bulanan karena penghasilan debitur yang tidak tetap. Program ini khusus diberikan bagi para petani, nelayan, buruh harian, peternak, dan pedagang kecil.

Meskipun diberi kemudahan dalam membayar cicilan, untuk masa tenor tetap dibatasi sampai 10 tahun saja. Dengan syarat pengajuan pinjaman maksimal hanya sampai 75 juta rupiah. Dengan dana tersebut, Anda bisa membeli rumah BTN atau lahan untuk tempat tinggal.

KPR BTN Gaesss dan BP2BT

rumah BTNKPR BTN Gaesss adalah program kredit baru yang dikeluarkan oleh BTN. Sasarannya tak lain adalah anak-anak muda dengan rentang usia 21 tahun sampai 30 tahun. Tujuan dari KPR ini yaitu untuk membantu para millenial memiliki hunian secara mudah, cepat, dan murah.

Keunggulan KPR ini adalah tingkat suku bunga sebesar 8,25%. Selain itu, khusus untuk millenial yang belum memiliki rumah BTN akan dikenakan uang muka minimal 1% saja. Lalu, Anda hanya perlu membayar biaya provisi dan administrasi sebesar 50%.

Keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan adalah Anda bisa cuti membayar utang pokok selama 2 tahun. Jangka waktu mencicilnya pun panjang. Tenor 20 tahun bila Anda kredit apartemen, dan tenor 30 tahun bila Anda kredit rumah.

Mungkin Anda masih asing mendengar KPR jenis ini. KPR BP2PT merupakan bantuan subsidi uang muka bagi Anda yang sudah memiliki tabungan untuk membeli rumah tapak atau rumah susun. KPR ini merupakan bentuk kerjasama antara BTN dengan Kementerian PUPR.

Fasilitas yang didapatkan jika Anda memilih KPR jenis ini adalah pemberian bantuan uang muka hingga 32 juta rupiah. Untuk jangka waktu cicilan dibatasi sampai 20 tahun. Ditambah lagi dengan pembebasan premi asuransi dan PPN.

Supaya Anda bisa mengajukan KPR di Bank Tabungan Negara (BTN), Anda harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 21 tahun ke atas dan dibuktikan dengan membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  2. Telah bekerja atau memiliki pekerjaan tetap minimal 1 tahun.
  3. Belum atau tidak mempunyai rumah BTN sendiri (bagi debitur KPR BTN Subsidi).
  4. Fotokopi rekening koran dalam jangka waktu 3 bulan terakhir.
  5. Fotokopi NPWP (bagi debitur KPR BTN Subsidi).
  6. Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  7. Fotokopi surat nikah (bagi yang sudah menikah).
  8. Pas foto diri dan pasangan (bagi yang sudah menikah).

Cara Mengkalkulasi Cicilan di KPR BTN

Sebelum Anda mengajukan KPR di BTN, sebaiknya Anda menghitung terlebih dahulu kemampuan keuangan Anda. Hal ini dilakukan agar Anda mengetahui secara detaik berapa biaya yang Anda keluarkan dengan kemampuan ekonomi Anda. Apakah sudah sesuai atau belum, mari ikuti cara-caranya seperti berikut:

  1. Ketahui besaran pokok kredit Anda

Pertama-tama Anda harus mengtahui berapa besaran pokok dari KPR yang Anda pilih. Dari berbagai jenis dan program KPR, masing-masing memiliki besaran pokok yang berbeda. Oleh sebab itulah Anda wajib tahu berapa besaran pokok KPR Anda.

  1. Hitung suku bunga dan uang muka

Tahap selanjutnya adalah menghitung tingkat suku bunga KPR Anda. Beberapa KPR menawarkan tingkat suku bunga yang tinggi, namun beberapa tidak. Begitupun halnya dengan uang muka.

rumah BTN

  1. Berapa lama jangka waktu kredit

Rata-rata KPR memberikan jangka waktu selama 20 tahun bagi para peminjamnya. Namun sebaiknya Anda memilih KPR dengan jangka waktu lebih dari 20 tahun. Karena semakin panjang jangka waktu cicilan Anda, maka semakin murah pula cicilan yang harus Anda bayarkan.

  1. Jumlah biaya tambahan

Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah adanya biaya tambahan yang mungkin ada karena perubahan ketentuan secara prosedural. Misalnya seperti biaya administrasi, biaya PPN, biaya provisi, dan biaya-biaya lain yang menambah jumlah pengeluaran Anda. Sebisa mungkin Anda memilih jenis KPR dengan biaya tambahan yang sedikit supaya pengeluaran Anda bisa terminimalisir.